Fisika Interaktif

February 8th, 2010 shofyan No comments
Categories: Uncategorized Tags:

Tentang Pemeringkatan Webometrics

February 8th, 2010 Dona Harinda No comments

Tujuan Pemeringkatan Webometrics dari Universitas-universitas di Dunia.

Maksud sebenarnya dari pemeringkatan ini adalah untuk memajukan publikasi web. Sebagai dukunganuntuk Open Access, akses elektronik untuk publikasi ilmu pengetahuan, dan untuk materi akademik yang lain adalah target utama Webometrics. Indikator-indikator web juga sangat berguna untuk tujuan pemeringkatan selama tidak dikaitkan dengan  banyaknya kunjungan ataupun desain halamannya namun lebih kepada kinerja secara global dan visibilitas dari universitas-universitas tersebut.

Pemeringkatan-pemeringkatan yang lain difokuskan hanya kepada sedikit aspek-aspek yang relevan, khususnya hasil-hasil penelitian, pemeringkatan berbasis indikator web lebih mencerminkan keseluruhan gambaran dengan lebih baik, sebagaimana yang ditunjukan oleh aktivitas-aktivitas lain dari para professor dan peneliti yang diperlihatkan pada web mereka.

Web tidak hanya mencakup hal yang formal (e-journal, penyimpanan data) namun juga komunikasi ilmu pengetahuan dan ilmiah yang informal. Publikasi web lebih murah,dan mampu mempertahankan standar kualitas yang tinggi dalam memperlihatkan proses-proses review. Dapat pula mencapai pengunjung potensial yang jauh lebih besar jumlahnya, menawarkan akses ke pengetahuan ilmiah ke para peneliti dan institusi-institusi yang berada di negara-negara berkembang dan juga untuk pihak ketiga (pelaku ekonomi, industri, politik dan budaya) dalam komunitas mereka sendiri.

Pemeringkatan Webometrics memiliki cakupan lebih besar daripada pemeringkatan-pemeringkatan lain yang sejenis (lihat tabel di bawah). Peringkat tidak hanya difokuskan pada hasil penelitian namun juga pada indikator-indikator lain yang mungkin mencerminkan kualitas global dari penyedia ilmu pengetahuan dan insitusi penelitian di seluruh dunia dengan lebih baik.

Webometrics bermaksud untuk memotivasi baik institusi dan penyedia ilmu pengetahuan untuk memiliki tampilan web yang secara akurat mencerminkan aktivitas-aktivitas mereka. Jika kinerja web dari sebuah institusi di bawah posisi yang diharapkan berdasarkan kemajuan akademik, maka autoritas universitas harus mempertimbangkan lagi kebijakan web mereka, mempromosikan penambahan substansi terhadap jumlah dan kualitas dari publikasi elektronik mereka.

Calon mahasiswa harus menggunakan kriteria-kriteria tambahan jika mereka mencoba untuk memilih universitas. Peringkat Webometrics berkorelasi dengan baik terhadap kualitas edukasi yang ditawarkan dan reputasi akademik, namun variabel non-akademik yang lain butuh untuk dimasukkan dalam perhitungan.

Perbandingan dari Pemeringkatan Utama Universitas-universitas di Dunia

Cakupan Pemeringkatan Universitas Dunia Webometrics

Tabel berikut ini merangkum cakupan aktual dari Pemeringkatan, dalam jumlah negara dan institusi pendidikan di seluruh dunia.

Desain dan Indikator Bobot

Satuan untuk analisis adalah Domain institusi, jadi hanya universitas dan pusat penelitian dengan web domain yang independen yang diamati. Jika sebuah institusi memiliki lebih dari satu Domain, dua atau lebih masukan data dipakai dalam alamat-alamat yang berbeda.

Indikator web yang pertama, Web Impact Factor (WIF), didasarkan pada analisis sambungan (Link analysis) yang mengkombinasikan jumlah sambungan eksternal yang masih berhubungan dan jumlah halaman dari website, perbandingan 1:1 antara visibilitas dan ukuran. Perbandingan ini digunakan untuk pemeringkatan, menambahkan dua indikator baru untuk komponen ukuran : jumlah dokumen, diukur dari jumlah file-file berharga dalam web domain, dan jumlah publikasi yang dikumpulkan dari basis data Google Scholar

Empat indikator yang diperoleh dari hasil kuantitatif yang disajikan oleh mesin pencari yang utama sebagai berikut :

Size (S). Jumlah halaman yang diperoleh kembali dari empat mesin pencari : Google, Yahoo, Live Search dan Exalead.

Visibility (V). Jumlah total link eksternal unik yang diterima (inlink) dari sebuah situs hanya dapat diperoleh secara terpercaya dari Yahoo Search.

Rich Files (R). Setelah evaluasi dari relevansi terhadap aktifitas akademik dan publikasi dan memperhatikan volume dari beberapa format file yang berbeda, berikut ini adalah yang terpilih : Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc), dan Microsot Powerpoint(.ppt). Data-data ini dapat diekstrak menggunakan Google, Yahoo Search, Live Search dan Exalead.

Scholar (Sc). Google Scholar menyajikan jumlah karya tulis dan penghargaan untuk setiap domain akademik. Hasil ini diperoleh dari basis data Scholar termasuk karya tulis, laporan dan item akademik yang lain.

Empat rangking dikombinasikan berdasarkan rumus dimana setiap item memiliki bobot yang berbeda namun tetap mempertahankan perbandingan 1:1.

Pencantuman jumlah total halaman didasarkan pada pengakuan dari pasar global yang baru untuk informasi akademik, jadi web adalah panggung yang sesuai untuk internasionalisasi dari sebuah institusi. Kehadiran web yang kuat dan detail memberikan deskripsi yang tepat dari struktur dan aktifitas dari universitas dan dapat menarik mahasiswa baru dan ilmu pengetahuan dunia.

Jumlah inlink eksternal yang diperoleh dari domain adalah ukuran yang merepresentasikan visibilitas dan dampak materi yang dipublikasikan, dan meskipun terdapat perbedaan yang besar pada motivasi untuk menyambungkan (linking), sebuah bagian kecil yang signifikan bekerja dalam jalur yang sama sebagaimana kutipan dari sebuah karya tulis.

Kesuksesan dari pengarsipan sendiri dan penyimpanan yang lain dapat secara kasar direpresentasikan dari data Rich File dan scholar. Jumlah yang besar melibatkan format pdf dan doc berarti bahwa tidak hanya laporan administratif dan birokrasi yang dilibatkan. File PostScript dan Powerpoint sangat jelas berhubungan dengan aktifitas akademik.

Artikel di atas merupakan terjemahan dari artikel di bawah ini,

About the Ranking

Objectives of the Webometrics Ranking of World’s Universities

The original aim of the Ranking was to promote Web publication. Supporting Open Access initiatives, electronic access to scientific publications and to other academic material are our primary targets. However web indicators are very useful for ranking purposes too as they are not based on number of visits or page design but on the global performance and visibility of the universities.

As other rankings focused only on a few relevant aspects, specially research results, web indicators based ranking reflects better the whole picture, as many other activities of professors and researchers are showed by their web presence.

The Web covers not only only formal (e-journals, repositories) but also informal scholarly communication. Web publication is cheaper, maintaining the high standards of quality of peer review processes. It could also reach much larger potential audiences, offering access to scientific knowledge to researchers and institutions located in developing countries and also to third parties (economic, industrial, political or cultural stakeholders) in their own community.

The Webometrics ranking has a larger coverage than other similar rankings (see table below). The ranking is not only focused on research results but also in other indicators which may reflect better the global quality of the scholar and research institutions worldwide.

We intend to motivate both institutions and scholars to have a web presence that reflect accurately their activities. If the web performance of an institution is below the expected position according to their academic excellence, university authorities should reconsider their web policy, promoting substantial increases of the volume and quality of their electronic publications.

Candidate students should use additional criteria if they are trying to choose university. webometrics Ranking correlates well with quality of education provided and academic prestige, but other non-academic variables need to be taken into account.

Comparison of the main World Universities’ Rankings

Coverage of the Webometrics Ranking of World Universities

This table summarize the actual coverage of the Ranking, in terms of number of countries and higher education institutions around the world.

Design and Weighting of Indicators

The unit for analysis is the institutional domain, so only universities and research centres with an independent web domain are considered. If an institution has more than one main domain, two or more entries are used with the different addresses.

The first Web indicator, Web Impact Factor (WIF), was based on link analysis that combines the number of external inlinks and the number of pages of the website, a ratio of 1:1 between visibility and size. This ratio is used for the ranking, adding two new indicators to the size component: Number of documents, measured from the number of rich files in a web domain, and number of publications being collected by Google Scholar database.

Four indicators were obtained from the quantitative results provided by the main search engines as follows:

Size (S). Number of pages recovered from four engines: Google, Yahoo, Live Search and Exalead.

Visibility (V). The total number of unique external links received (inlinks) by a site can be only confidently obtained from Yahoo Search.

Rich Files (R). After evaluation of their relevance to academic and publication activities and considering the volume of the different file formats, the following were selected: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) and Microsoft Powerpoint (.ppt). These data were extracted using Google, Yahoo Search, Live Search and Exalead.

Scholar (Sc). Google Scholar provides the number of papers and citations for each academic domain. These results from the Scholar database represent papers, reports and other academic items.

The four ranks were combined according to a formula where each one has a different weight but maintaining the ratio 1:1:

The inclusion of the total number of pages is based on the recognition of a new global market for academic information, so the web is the adequate platform for the internationalization of the institutions. A strong and detailed web presence providing exact descriptions of the structure and activities of the university can attract new students and scholars worldwide.

The number of external inlinks received by a domain is a measure that represents visibility and impact of the published material, and although there is a great diversity of motivations for linking, a significant fraction works in a similar way as bibliographic citation.

The success of self-archiving and other repositories related initiatives can be roughly represented from rich file and Scholar data. The huge numbers involved with the pdf and doc formats means that not only administrative reports and bureaucratic forms are involved. PostScript and Powerpoint files are clearly related to academic activities.

More info:

Aguillo, I.F.; Ortega, J. L. & Fernández, M. (2008). Webometric Ranking of World Universities: Introduction, Methodology, and Future Developments. Higher Education in Europe, 33(2/3): 234-244.

Ortega, J. L., Aguillo, I. F. (2009). Mapping World-class universities on the Web. Information Processing & Management, 45(2): 272-279

Aguillo, I. F.; Granadino, B.; Ortega, J. L.; Prieto, J. A. (2006). Scientific research activity and communication measured with cybermetric indicators. Journal of the American Society of Information Science and Technology, 57(10): 1296-1302

Aguillo, I. F.; Granadino, B.; Ortega, J.L. & Prieto, J.A. (2005). What the Internet says about Science. The Scientist, 19(14):10

Categories: Uncategorized Tags:

datawebsite

February 8th, 2010 ekofuji No comments
Categories: Uncategorized Tags:

Pemeringkatan Webometrics: Perbedaan Bobot Inlink

December 8th, 2009 Johanis Rampisela 2 comments

Sejak Juli 2009 di website webometrics.info dicantumkan tulisan “Visibility is now calculated giving extra weight to the academic external inlinks that corresponds to those not coming from .com, .org and .net domains.” Ini berarti visibilitas dihitung dengan memberikan bobot yang lebih besar pada link dari luar yang bukan berasal dari domain .com, .org dan .net. Sayangnya tidak dicantumkan seberapa besar bobotnya.

Berikut ini daftar 11 perguruan tinggi Indonesia dengan inlink terbesar. Seandainya bobot inlinknya diberi perbandingan 80% (inlink yang bukan berasal dari .com, .org, .net) dan 20% (inlink yang berasal dari .com, .org, .net) maka yang akan merasakan manfaatnya adalah UM dan UPI karena memiliki 25,8% inlink yang berasal dari bukan .com, .org, dan .net.

UNIVERSITAS

INLINK TOTAL

INLINK  BUKAN DARI .COM, .ORG, .NET

%

INLINK

BOBOT

80%:20%

1

UGM

182.342

27.000

14,8

52.668

2

ITB

123.576

15.800

12,8

34.195

3

UNS

60.471

8.320

13,8

17.086

4

UI

58.418

8.580

14,7

16.832

5

ITS

46.039

5.510

12,0

12.514

6

Gunadarma

38.704

6.110

15,8

11.407

7

IPB

38.649

4.110

10,6

10.196

8

UM

37.283

9.640

25,8

13.241

9

Mercu Buana

35.091

4.740

13,5

9.862

10

Petra

32.683

2.340

7,2

7.941

11

UPI

30.096

7.750

25,8

10.669

Per 8 Desember 2009 dihasilkan dari Yahoo!

Malang, 8 Desember 2009

Ketua LCWCU

Johanis Rampisela

Categories: 1-Riset LCWCU Tags:

Indikator Webometrics Perguruan Tinggi Indonesia (30-11-2009)

December 2nd, 2009 Johanis Rampisela 2 comments

Indikator Webometrics PT 30-11-2009

KLIK GAMBAR UNTUK MELIHAT INDIKATOR

Malang, 31 Oktober 2009
Johanis Rampisela (http://lcwcu.um.ac.id)

Jalan Menuju WCU yang Realistis

November 11th, 2009 Johanis Rampisela No comments

Banyak universitas di Indonesia mendambakan ingin menjadi salah satu World Class University (WCU), sebagai bukti bermutu dan memiliki reputasi.

fasli-jalalDirektur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D diundang dalam salah satu pertemuan Majelis Wali Amanah IPB di Le Meridien Hotel Jakarta (4/11). Menurut Dirjen “Karena tidak semua universitas Indonesia merupakan comprehensive university, maka tidak semuanya harus bersaing dalam pemeringkatan THE-QS. Masih banyak modalitas lain yang bisa dimanfaatkan dan itu cukup ramah dan bisa dikerjakan sekarang”.

Sesungguhnya di negara-negara Eropa, pemeringkatan tidak menjadi isu bagi mereka. Sekarang baru menjadi isu politik mereka. Kalau mereka menggeliat dan ikut berlomba, kita bisa hilang seratus peringkat. Ketimbang bersaing di rating THS-QS yang sangat kompetitif dan fluktuatif ini, Dirjen menawarkan langkah yang realistis.

Menurut Dirjen menekuni webometric jauh lebih realistis bagi perguruan tinggi Indonesia, terutama yang bukan comprehensive university. Webometrics (sebuah lembaga pemeringkatan yang berpusat di Madrid, Spanyol yang didirikan atas inisiatif Cybermetrics lab, sebuah kelompok penelitian yang dimiliki Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC) sebuah lembaga penelitian terbesar di Spanyol) ini hanya focus pada pemanfaatan ICT, pengembangan Website perguruan tinggi sebagai proxinya.

Ada empat unsur penilaian yang ditetapkan oleh Webometrics, yaitu visibilitas (V) yang menghitung berapa banyak link eksternal yang terkandung website tersebut, ukuran (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari seperti google, yahoo, live search dan exalead. Kemudian juga dihitung dari kekayaan file (R), yakni berapa banyak file jenis PDF (adobe acrobat), “Adobe PostScript”, “Word Document”, dan PPT (Presentation Document), serta “Scholar” (Sc) yang diambil dari data situs mesin pencari seperti disebutkan diatas terkait dengan tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan.

Menurut Dirjen, buat rencana yang matang untuk mencapai ini, bagi saja diri, siapa yang bertanggungjawab mengerjakan apa. Dan ini tidak muluk-muluk. Perguruan tinggi Indonesia bisa mengerjakan ini. Disiplinkan dosen untuk selalu menguploud dan mengupdate kekayaan filenya. Undang semua dosen, mahasiswa, dan alumni untuk selalu heating di website tersebut.

Kedua, yang bisa dilakukan seperti sudah dimulai oleh Dikti terhadap 30 universitas Indonesia yang berminat adalah mengisi satu pola yang ditawarkan oleh QS Star. Mereka membuat benchmark sebuah pengelolaan perguruan tinggi yang baik dengan segala syaratnya melalui pembintangan. Perguruan tinggi akan dinilai berbintang lima kalau memenuhi semua kategori. Kalau belum memenuhi bintang lima, dia mungkin bintang empat dan seterusnya. Seperti hotel, ada bintang lima, empat, tiga dst. Benchmarknya adalah kepada dirinya sendiri, tanpa dipengaruhi oleh naik turunnya posisi orang lain.

“Dikti sudah menfasilitasi untuk tahun 2009 ini 30 universitas Indonesia untuk mengikuti program QS Star ini. Tahun 2010 Dikti akan menfasilitasi sebanyak 150 Universitas lagi. Ini sifatnya demand driven. Pengumumannya dapat diakses langsung melalui website Dikti, Kelembagaan.”, Kata Dirjen.

Ketiga, rencanakan berapa orang staf satu perguruan tinggi harus hadir di berbagai forum internasional, berdasarkan penelitian yang dilakukan. Kalau bisa mereka berpidato di Plenary, paling tidak di pembukaan sessi. Di list betul siapa mereka itu yang jago berkompetisi di forum internasional. Mereka akan melambungkan nama institusi satu perguruan tinggi.

Keempat, dalam merencanakan pengirimana kandidat Ph.D, pastikan mereka belajar di universitas dengan program studi terbaik dunia. Minta Profesor terbaik di prodi itu menjadi pembimbing mereka.

Sejalan dengan itu, rencanakan siapa dari ribuan peer review yang harus diundang dalam forum ilmiah perguruan tinggi Indonesia. Pasti ini menjadi rahasia THS-QS, tapi biasanya mereka adalah tokoh-tokoh yang mendominasi bidang ilmu. Kita gunakan berbagai modalitas untuk mendatangkan mereka. Kita gunakan dana-dana CSR perusahaan. Kalau misalnya ada pihak lain yang kebetulan mendatangkan mereka ke Indonesia, manfaatkan untuk datang langsung ke univesitas kita.

Bantu staf kita yang sedang melakukan penelitian dan menuliskan karyanya untuk diterbitkan di Jurnal peer review internasional. Perguruan tinggi bisa melakukan kerjasama dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) untuk menfasilitasi publikasi jurnal Internasional ini.

Dalam konteks itu, menurut Dirjen, perguruan tinggi sudah harus memikirkan secara jernih topik-topik penelitian apa yang sungguh-sungguh harus dibiayai. Riset disainnya seperti apa dan tidak mengulang-ulang. Cari isunya yang frontier research, state of the art ilmu yang dikerjakan secara cluster penelitian, bukan lagi sibuk dengan riset-riset kecil. Indonesia ini adalah ladang isu yang tidak pernah kering untuk dianalisa. Semoga.

Sumber

11 November 2009: http://dikti.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=428&Itemid=1

Categories: Berita Tags:

Indikator Webometrics Perguruan Tinggi Indonesia (31-10-2009)

November 3rd, 2009 Johanis Rampisela 3 comments

Indikator Webometrics PT 31-10-2009KLIK GAMBAR UNTUK MELIHAT INDIKATOR

Malang, 31 Oktober 2009
Johanis Rampisela (http://lcwcu.um.ac.id)

The QS – Top 200 Asian University Rankings

October 10th, 2009 Anida Etikawati No comments
Categories: Asian University Rangkings Tags:

THE QS World University Rankings 2009 – Top 400 Universities

October 10th, 2009 Anida Etikawati 1 comment
Categories: World University Rankings Tags:

Top 10 Dunia dan Top 50 Indonesia (24 Sep 2009) Versi LCWCU

September 23rd, 2009 Johanis Rampisela 3 comments

Berikut ini hasil pemeringkatan top 10 dunia dan top 50 Indonesia yang dihitung oleh Learning Center for World Class University. Pemeringkatannya menggunakan metode Webometrics.

Webometrics-22-09-2009

Categories: 1-Riset LCWCU Tags: