Archive

Posts Tagged ‘UIN Maliki Malang’

Peserta Lokakarya Nasional Webometrics

April 11th, 2011 Johanis Rampisela No comments

Rekapitulasi peserta Lokakarya Webometrics 30-31 Maret 2011, 27-28 Oktober 2010, dan 20-21 April 2010:

 

UIN Maliki Malang Bertekad Masuk Top 8000 Webometrics

May 22nd, 2010 Johanis Rampisela 1 comment

Lokakarya Nasional Strategi Meningkatkan Peringkat Webometrics yang diselenggarakan oleh LCWCU UM pada tanggal 20-21 April 2010 membuka jalan bagi saya untuk mengenal lebih dekat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam acara tersebut saya berkenalan dengan Kepala Komite Jaminan Mutu (KJM) Dr. Sugeng Listyo Prabowo. Kami kemudian berdiskusi tentang peluang UIN Maliki masuk world class university versi Webometrics.

Selasa 18 Mei 2010, Pembantu Rektor I UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si berkunjung ke Help Desk Panlok Malang SNMPTN 2010, di mana saya bertugas sebagai Penanggung Jawab TIK Panlok Malang SNMPTN 2010. Pak Mudjia kemudian mengatur waktu untuk berdiskusi di UIN Malang.

Jumat 21 Mei 2010, untuk pertama kalinya saya masuk ke kampus UIN Maliki Malang. Kesan saya, kampus yang ideal dan direncanakan. Pertemuan diadakan di Ruang Pertemuan KJM di Lantai 4 Gedung Rektorat dan diikuti oleh kurang lebih 35 orang. Sebelum acara, saya berbincang-bincang dengan Pembantu Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Agus Mulyono, M.Kes. Pak Agus ini ternyata lulusan Fisika UM angkatan 1994 dan pernah mengikuti kuliah saya.

Pertemuan yang dinamakan “Pelatihan Webometrics dalam Rangka UIN Maliki Menuju World Class University” dibuka oleh Pak Sugeng dan diikuti oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si, peserta dari Pascasarjana, Fakultas (Pembantu Dekan I dan staf), Perpustakaan (Kepala dan staf), Pusat Komputer (Kepala dan staf), dan unit lainnya.  Diskusi, yang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 15.00, berjalan lancar dan disertai dengan cukup banyak tanya jawab seputar Webometrics dan kondisi website UIN Maliki. Diskusi tentang konsep Webometrics dilanjutkan dengan pembicaraan teknis tentang pengertian dan cara mengukur size, visibility, rich files, dan Scholar. Termasuk petunjuk praktis tentang cara melaksanakannya. Dalam diskusi juga diungkapkan bahwa website UIN Malang masih belum bersatu pada, masih banyak bagian yang menggunakan domain sendiri dan berada di luar http://uin-malang.ac.id.

Setelah makan siang, ada kejutan, Rektor UIN Maliki Malang Prof. DR. H. Imam Suprayogo. Beberapa kutipan langsung yang diambil dari pengarahan Pak Imam:

  • Saya diminta oleh Pak Mudjia untuk memberi dorongan kepada peserta, dan saya sampaikan pada Saudara sekalian bahwa dalam rangka mencapai world class university saya tidak mendorong tetapi menarik dan melemparkan Saudara untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Baru-baru ini saya hadir dalam pertemuan di UIN Jakarta dan saya mendengar semua orang bicara tentang kemajuan. Dulunya yang berbicara tentang kemajuan hanya satu-dua orang saja.
  • Saya juga menangkap adanya kebanggaan karena berhasil membangun gedung dengan cara swadana, bukan dari pinjaman IDB.
  • Di UIN ini kalau dicari siapa yang paling banyak tulisannya maka saya juaranya.Tulisan saya lebih dari 700 tulisan. Setiap hari saya menulis di website saya. Kalau yang tulisannya bermutu nah tulisannya Pak Sugeng.
  • STAIN menjadi UIN Maliki membutuhkan pengorbanan. Saya berkorban untuk mengubah STAIN menjadi UIN dan saya juga berubah dari Ketua STAIN menjadi Rektor UIN. Institusi akan menjadi lebih besar jika ada pengorbanan, agama akan menjadi lebih besar jika ada pengorbanan.
  • Terima kasih kepada Pak Johanis dari UM yang bersedia mengamalkan ilmu Webometrics-nya di UIN, mari kita gunakan budi baik Pak Johanis untuk membuat UIN masuk dalam world class university veris Webometrics.
  • Saya ingin UIN Malang menjadi nomor satu di antara semua perguruan tinggi yang bernaung di bawah Departemen Agama, sekali lagi … Boleh kalah dengan UM, boleh kalah dengan Brawijaya, tapi saya tidak mau kalah dengan UIN lain atau IAIN lainnya.

Semangat Pak Imam sangat luar biasa dan juga ceritanya diselingi dengan lelucon segar. Sungguh menarik hati, saya maklum mengapa IAIN yang dulu saya kenal puluhan tahun yang lalu telah bersalin rupa sehingga hampir tidak dikenali lagi wujud aslinya. Dibalik perubahan besar pasti ada orang besar dengan yang memiliki segudang ide dan mimpi, yang selalu sabar, ulet, dan bekerja keras dalam melaksanakannya di jalan yang benar.

Setelah saya mencari informasi lebih lanjut di website UIN Malang, ternyata Pak Imam masuk rekor Muri (30 Juli 2009) untuk kategori “rektor yang menulis artikel di website terlama (satu tahun tanpa jeda)” mulai tanggal 16 Juni 2008.

Setelah memberi pengarahan, Beliau melirik komputer saya dan melihat pohon ilmu UIN yang saya tampilkan sebagai gambar sentral dalam peta pikiran yang saya buat untuk pelatihan tersebut. Beliau kemudian dengan bersemangat menceritakan arti pohon ilmu tersebut dan juga menceritakan bahwa seorang teman rektor beragama Budha meniru pohon tersebut tetapi membuatnya terbalik (akar di atas) dan dipasang di perguruan tingginya. Sesungguhnya, malam sebelumnya saya pusing mencari gambar apa yang pantas saya jadikan gambar sentral, akhirnya saya memilih gambar pohon ilmu. Pilihan yang didasari oleh intuisi tersebut ternyata membuat saya mendapat penjelasan langsung dari pembuatnya. Sungguh, intuisi yang mungkin muncul dari otak tengah adalah anugerah Tuhan yang luar biasa.

Pada saat menutup acara, Pak Mudjia menyampaikan keinginannya yang juga telah direstui Pak Rektor dan Pak Pembantu Rektor II untuk meminta saya menjadi konsultan UIN untuk menuju world clas university versi Webometrics. Saya dengan senang hati memenuhi hal tersebut demi mengamalkan ilmu yang telah saya tekuni sejak April 2009.

Setelah pertemuan, pihak UIN masih mengadakan lagi koordinasi yang dipimpin langsung oleh Pak Mudjia untuk segera menindaklanjuti hasil pelatihan. Besar harapan saya bahwa UIN Maliki Malang akan sukses untuk masuk Top 8000 Webometrics pada edisi Juli 2010. Mudah-mudahan saya bisa ikut berbahagia bersama UIN Maliki Malang jika berhasil masuk Top 8000 Dunia, atau 50 besar Indonesia, atau 30 besar Indonesia.

Selamat berjuang UIN Maliki Malang.

Johanis Rampisela (Peneliti LCWCU)

Lokakarya Nasional Strategi Meningkatkan Peringkat Webometrics 2010

April 23rd, 2010 Johanis Rampisela 25 comments

Universitas Negeri Malang (UM) bekerja sama dengan Learning Center for World Class University (LCWCU), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Telkom Indonesia menggelar Lokakarya Nasional dengan tema Strategi Meningkatkan Peringkat Webometrics (Sebuah Jalan Menuju World Class University), pada tanggal 20-21 April 2010 di Hall Majapahit Hotel Santika Premiere Malang. Kegiatan yang dilatarbelakangi prestasi UM yang terus meningkat dalam pemeringkatan world class university versi Webometrics yakni UM menempati peringkat 6 Indonesia (1.256 dunia, 28 Asia Tenggara) pada edisi Januari 2010, dan sejalan dengan identitas UM, The Learning University, UM bersedia membagikan ilmunya kepada perguruan tinggi lain melalui kegiatan lokakarya ini.

Kegiatan dimulai dengan kejutan kecil berupa alunan lagu-lagu yang indah dari 20 orang yang bergabung dalam paduan suara Sanggar Musica Sacra (SMS). Paduan suara yang dimotori oleh Bapak Yunus Yuswanto dan Ibu Anna Maria S. Indung mengundang tepuk tangan meriah dari peserta lokakarya. Lagu-lagu yang dinyanyikan adalah How Great Thou Art, You Raise Me Up, Laruik Sanjo, Numpak Prau Layar, Sabda Ilahi, Edelweis, Alusio, Ibu Kita Kartini, dan Aloha Oe.

Wakil Panitia Drs. Darmono, M.Si (Kepala UPT Perpustakaan UM) melaporkan bahwa kegiatan diikuti oleh dua puluh (20) orang peserta, dari 16 perguruan tinggi yang tersebar di 10 kota Indonesia, yaitu dari Universitas Airlangga (Direktur Sistem Informasi Drs. Imam Siswanto, M.Si; Kasubdit Pengembangan Sistem DSI Drs. Musa), Institut Pertanian Bogor (Kepala Perpustakaan Ir. Sumarlinah, M.Si; Kepala Bidang Humas dan Protokoler Ir. Henny Windarti, M.Si), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Kepala Biro Sistem Informasi Wahyudi, S.T, M.T), Universitas Kristen Maranatha Bandung (Kepala Divisi Web Administrasi Bernard Renaldy Suteja, S.Kom, M.Kom), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Heribertus Andre Purwanugraha, S.E, MBA; Y. Sigit Purnomo W.P., S.T, M.Kom), Universitas Trisakti (Kepala UPT Pusat Komputer H. Agung Sedyono, Ir., M.T, Ph.D), Universitas Tarumanegara (Kepala UPT Pusat Komputer Drs. Karman Tjandra, S.Kom; Rusydi Cakra Handriya, S.Kom, M.Kom), Universitas Al Azhar Indonesia (Staf Pusat Komputer dan Sistem Informasi Rakhmat Suwandi, A.Md), Universitas Pelita Harapan Jakarta (Section Head Faculty Application Services Department Hendy Wijaya, S.Kom), Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (Pembantu Rektor I Bidang Akademik Dr. Heni Sukrisno, M.Pd), Universitas Negeri Gorontalo (Web Administrator Arbyn ME Dungga, S.T.), Universitas Muhammadiyah Semarang (Kepala Departemen TIK Akhmad Fathurrohman), Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Kepala Unit ICT Fakultas Kedokteran Adityo Wibowo, S.T. M.Eng), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Dr. Sugeng Listyo Prabowo), Universitas Bangka Belitung (Universitas Bangka Belitung R. Priyoko Prayitnoadi, S.S.T, M.Eng), dan Universitas HKBP Nommensen Medan (Kepala Humas Bonifasius H. Tambunan, S.E, M.Si, Akt.).

Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd selaku Panitia Pengarah, mewakili Rektor UM, menyampaikan bahwa pengembangan Webometrics memerlukan 4 unsur yaitu sumber informasi, infrastruktur, sumber daya manusia, dan strategi . Diperlukan manusia-manusia yang “edan”, yang bekerja atas dasar hobi, sehingga mampu membuat inovasi dan terobosan. Manusia-manusia “edan” itu yang di UM disebut dengan “komandan” dan “prajurit” Webometrics. Unsur yang bisa diberikan UM kepada perguruan tinggi lain adalah strategi. UM melalui Pembicara, Johanis Rampisela, akan menyampaikan secara tuntas strategi tersebut. Prof. Dawud yang juga menjabat Dekan Fakultas Sastra UM, menyampaikan bahwa Pak Jo bukan orang yang “kikir” dan selalu siap memberi konsultasi melalui telepon, SMS, email, atau datang ke perguruan tinggi yang membutuhkan konsultasi.

Pembicara Johanis Rampisela adalah peneliti Webometrics di LCWCU, yang merupakan konseptor “Strategi UM 10 Besar Indonesia” dan sekaligus “komandan lapangan” dalam penerapannya. Pak Jo, panggilan akrabnya, juga bertugas sebagai dosen Fisika UM dan sebagai Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK UM. Materi yang diberikan adalah

  1. Pengertian Webometrics,
  2. Strategi Meningkatkan Size,
  3. Strategi Meningkatkan Visibility,
  4. Strategi Meningkatkan Rich Files,
  5. Strategi Meningkatkan Scholar,
  6. Cara Menentukan Peringkat Webometrics,
  7. Konsultasi Teknis.

Pemahaman yang benar mengenai cara mengukur, dan cara meningkatkan dilengkapi cara menentukan peringkat Webometrics akan memudahkan untuk merumuskan strategi yang tepat bagi peserta lokakarya. Penyampaian materi dan diskusi memakan waktu sekitar 7,5 jam.

Peserta juga sepakat untuk membuat jaringan kerja sama dengan saling mendukung dalam visibility. Setiap peserta diharapkan membuat link utama ke masing-masing perguruan tinggi peserta lokakarya. UM sudah mewujudkannya dalam blog http://berkarya.um.ac.id.

Para peserta sangat serius mengikuti acara yang berlangsung tanpa moderator dan memunculkan lebih dari 50 pertanyaan singkat dan jawaban yang singkat pula. Semua peserta “tidak sempat” mengantuk dan hanya satu-dua orang yang menyempatkan diri menerima panggilan handphone.

Kesan dan pesan peserta disampaikan oleh Ibu Sumarlinah dari IPB Bogor. Ibu Sumarlinah menyampaikan terima kasih karena materi yang disampaikan memang sangat dibutuhkan dan menyampaikan keheranannya bahwa ada orang yang begitu “edan” membuang waktu untuk mengerjakan hal-hal yang sangat detail tentang Webometrics dan didukung oleh data yang sangat komplit. Beliau berpesan agar ilmu yang diperoleh digunakan dengan baik dan benar. Kesan peserta lainnya:

  • Beberapa peserta menyatakan senang dengan kejutan berupa paduan suara.
  • Peserta dari Universitas Al Azhar Indonesia menyampaikan pengalamannya yang unik, peserta tersebut terpaksa menahan keinginannya untuk ke toilet karena kuatir ada tanya-jawab yang tidak dia ikuti.
  • Peserta dari Universitas Tarumanagara dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta menyampaikan bahwa mereka pernah mengikuti pelatihan Webometrics selama beberapa hari tetapi hanya memperoleh penjelasan umum sedangkan dalam lokakarya ini mereka sangat jelas dan rinci dan “heran” karena tabel-tabel yang disertakan begitu detail.
  • Beberapa peserta lain juga menyampaikan bahwa selama ini mereka tidak pernah menduga bahwa Webometrics dapat diurai sedetail seperti itu dan disertai data yang rinci dan berbagai macam studi kasus.
  • Peserta yang lain menceritakan bahwa ia ditugaskan langsung oleh Rektor dan setelah pulang harus segera presentasi di depan Rektor.
  • Semua peserta menyatakan kegembiraannya bahwa mereka bisa ikut dalam proses membedah “otak dan perut” Webometrics.

Rektor UM Prof. Dr. Suparno yang juga merupakan Panitia Pengarah memberi kejutan penutup dengan menyempatkan diri untuk menutup acara ini dan menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa membuka acara seperti yang direncanakan karena terjebak macet di Porong setelah mengikuti acara dengan Pertamina di Jakarta. Beliau menyatakan UM selalu bersedia membagikan strateginya karena UM adalah The Learning University. Beliau juga menekankan pentingnya perguruan tinggi untuk masuk dalam peringkat world class university karena merupakan salah satu modal untuk melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Selain itu, juga perlu digalang jaringan kerja sama untuk bantu-membantu dalam menuju world class university, baik dalam pemeringkatan Webometrics maupun dalam pemeringkatan lainnya.

Acara yang diatur oleh “event organizer UM” dipandu langsung oleh Sekretaris Panitia Dra. Aminarti Siti Wahyuni (Kabag Perencanaan dan Sistim Informasi BAAKPSI UM) . Suaranya yang lembut dan gayanya yang khas mampu memandu peserta untuk memulai acara tepat waktu dan berakhir tepat waktu pula.

Acara yang didukung oleh UM, LCWCU, BTN, dan Telkom Indonesia dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 4,5 – 4,8 juta, berusaha memberi yang terbaik kepada peserta yaitu (1) tempat pelaksanaan dan penginapan 1 malam di Hotel Santika (hotel bintang 4), (2) makanan vegetarian, jus (pengganti kopi dan teh), dan buah-buahan (pengganti kue dan gorengan), (3) materi lokakarya dan piagam dicetak laser berwarna dan dikemas dalam clear file berukuran A4, (4) materi dalam bentuk file dalam flash disk 4 GB, (5) Cetakan indoor peta pikiran materi (90 cm x 100 cm), (6) layanan jemput/antar dari/ke bandara/stasiun, (7) makan es krim di Toko Oen, city tour, dan belanja Bakpao Telo di Lawang, (8) Tas punggung dan topi jelajah alam dengan bordiran Webometrics; (9) Buku Kerja,  CD Profil UM, dan CD Stardust, (10) payung kecil dari PT Telkom, (11) Hadiah kejutan berupa buku “Sehat Alami Terapi Jus & Diet” untuk dua orang “Kartini” dari IPB Bogor; (12) Doorprize berupa 5 binder berukuran A5 yang berisi 3 tulisan Isidro F. Aguillo tentang Webometrics.